IDOL 99LINE. Mereka seumuran sama gue, udah jadi idol. Udah
kerja, sementara gue di sini masih menjadi butiran debu:”)))) ternyata idol
99line banyak juga ya:” yaudahlah kuy mari dilihat
Kemaren kan udah bikin yang 95line, kali ini gue bikin yang
96line. Ternyata, idol 96line itu lebih banyak dari yang 95line. Gue kira lebih
dikit. Yaudahlah kuy mari disimak saja. Oh iya kalau mau lihat yang 95line
silahkan klik di sini ;;)
Halo guys, gue tuh kan lagi suka banget kan sama idol 95line gitu. Yang lahir di tahun 1995. Bias gue tuh banyak yang 95line. Contohnya Taeyong,
Taehyung, Jimin, Kenta, Seungwoo. Nah akhirnya gue kepo kan, siapa aja sih idol 95line ini. Ternyata banyak banget:”) yang bikin shock tuh Jongup BAP sama
Seolhyun AOA. Serius, gue nggak nyangka mereka 95line. Soalnya mereka keliatan
dewasa banget gitu. Sebenernya Hwasa sama Wheein juga bikin kaget sih, tapi gue sebelumnya udah tau. Jadi pas gue kepo ini gue udah ngga kaget. Kuylah mari
disimak.
JANUARI
Kim Seolhyun (AOA) = 3 Januari
Kim Jisoo (Blackpink) = 3 Januari
Takada Kenta (JBJ) = 10 Januari
J-US (ONF) = 13 Januari
Lee Suwoong (Boys Republic) = 20 Januari
Wyatt (ONF) = 23 Januari
Lee Yooyoung (Hellovenus) = 23 Januari
Xuan Yi (wjsn) = 26 Januari
FEBRUARI
Song Yunhyeong (iKON) = 8 Februari
Johnny (NCT) = 9 Februari
Jo Sangho (Snuper) = 10 Februari
Kim Yoon Dong (HALO) = 19 Februari
Kim Jihun (KNK) = 20 Februari
Ricky (Teen Top) = 27 Februari
Moon Jong up (BAP) = 30 Februari
MARET
Kei (Lovelyz) = 20 Maret
Cha Hee (Melody Day) = 24 Maret
Jo Yoon Ho (Beatwin) = 27 Maret
APRIL
Sally (Unicorn) = 4 April
Iera (Berry Good) = 10 April
Kim Namjoo (A Pink) = 15 April
Kang Seungsik (Victon) = 16 April
Wheein (Mamamoo) = 17 April
Jo Youngmin (Boyfriend) = 24 April
Jo Kwangmin (Boyfriend) = 24 April
Sanghyun (Mr Mr) = 27 April
MEI
Mimi (OMG) = 1 Mei
Yook Sungjae (BtoB) = 2 Mei
Jeonghwa (EXID) = 8 Mei
Jeong Yong Uk (A Peace) = 14 Mei
Yeom Haein (Laboum) = 19 Mei
Kim Sanggyun (JBJ) = 23 Mei
JUNI
Ju Eun (DIA) = 7 Juni
JR (Nuest) = 8 Juni
Ki Hui Hyeon (DIA) = 16 Juni
JULI
Lee Taeyong (NCT) = 1 Juli
Baekho (Nuest) = 21 Juli
Hyuk (Vixx) = 5 Juli
Liang Hui (24K) = 18 Juli
Hwasa (Mamamoo) = 23 Juli
Dawon (SF9) = 24 Juli
Y (Golden Child) = 31 Juli
No Minwoo (Boyfriend) = 31 Juli
AGUSTUS
Jinhoo (UP10TION) = 2 Agustus
Scoups (seventeen) = 8 Agustus
Hwang Minhyun (Wanna One) = 9 Agustus
Han Haebin (Gugudan) = 16 Agustus
Bona (wjsn) = 19 Agustus
Song Heejin (Good Day) = 19 Agustus
Im Young Jun (HIGH4) = 24 Agustus
Ong Seungwoo (Wanna One) = 25 Agustus
SEPTEMBER
D.ana (Sonamoo) = 10 September
Nayeon (TWICE) = 22 September
Yano (Toppdogg) = 27 September
OKTOBER
Lee Siyeon (Dreamcatcher) = 1 Oktober
Jeonghan (Seventeen) = 4 Oktober
Taeha (Berry Good) = 5 Oktober
Oh Seunghee (CLC) = 10 Oktober
Park Jimin (BTS) = 13 Oktober
Lee Sang (Imfact) = 17 Oktober
Kim Jiae (Wassup) = 31 Oktober
NOVEMBER
Ren (Nuest) = 3 November
Exy (wjsn) = 6 November
Kuhn (UP10TION) = 11 November
Changjo (Teen Top) = 16 November
MK (ONF) = 16 November
Park Jaeseok (Golden Child) = 20 November
Gyeol (VAV) = 22 November
Kim Nayoung (Gugudan) = 23 November
Jaemin (Mr Mr) = 29 November
DESEMBER
Sowoon (Gfriend) = 7 Desember
Kim Nahyun (Sonamoo) = 9 Desember
Ko Shinwon (Pentagon) = 11 Desember
Heo chan (Victon) = 14 Desember
Im Nayoung (Pristin) = 18 Desember
Bobby (iKON) = 21 Desember
Youngmin (mxm) = 25 Desember
Chaejin (Myname) = 26 Desember
Joshua (Seventeen) = 30 Desember
Kim Taehyung (BTS) = 30 Desember
Setelah dilihat, menurut kalian siapa yang ngagetin? wkwk Maaf kalau misal ada yang kurang ya, gaes. Barangkali bias kalian belum tercantum di sini. Manusia tidak
sempurna. Heuheu. Oh iya kalau sempet aku mau bikin yang 96line-00line. Kalau sempet loh ya >< eh btw sudah kubuat yaaa, linknya di atas okkk;)
Halo guys!!! Nggak nyangka ya dua hari lagi tahun 2016
berakhir. Sebelum 2016 berakhir, gue mau
ngasih tahu lagu di tahun 2016 yang wajib didengerin! Lagu ini enak-enak
banget, serius. Mereka bertahan lama di plasylist
lagu favorit gue. Ehm, karena gue suka banget dengerin lagu sebelum tidur, maka
kebanyakan dari lagu ini itu mellow-mellow
gitu. HEHE. Tapi serius, kalian harus dengerin setidaknya sekali! Mari kita
sudahi saja basa-basinya.
1. Lee Hi – Breathe
Lagu ini ada dalam album seoulite. Sebenernya, lagu di dalam
album ini enak-enak semua sih. Tapi, ini lagu yang paling paling paling gue
suka. Musiknya enak banget, ditambah suara Lee Hi yang merdu banget, lengkaplah
sudah.
Oh iya, lagu ini diciptain sama Jonghyun Shinee! Gue aja
kaget pas pertama kali tahu. Ya gimana ya, Jonghyun kan anak SM, sementara Lee
Hi itu anak YG. Ya Lee Hinya aja kaget apalagi gue.
Dalang di balik semua ini adalah Tablo. Jadi, si Tablo itu
kan kenal sama Jonghyun kan, terus dia nawarin si Jonghyun buat nyiptain lagu
buat Lee Hi. Bahkan ya, awalnya itu nggak ada yang tahu kalau itu lagu ciptaan
Jonghyun. Termasuk Lee Hinya sendiri dan Papa YG sampai mereka mau rekaman.
2. V BTS – Stigma
Lagu ini ada di dalam album Wings. Jadi, di dalam lagu ini
itu ada tujuh lagu solo masing-masing member. Nah, Stigma itu salah satunya.
Bukan cuma itu, setiap member masing-masing ikut membantu dalam perngerjaan
lagu ini.
Katanya ya, lagu Stigma milik V alias Kim Taehyung ini lagu
yang paling banyak diubah sana-sini. Tapi, hasilnya nggak mengecewakan guys!
Lagu ini jadi enak. Enak banget malah. Bukannya gue melebih-lebihkan ya, tapi
gue merinding pas denger lagu ini. high
notenya Taehyung nggak main-main. Nggak kalah kok sama Jimin dan Jungkook.
Nggak percaya? Coba deh dengerin lagunya sendiri.
3. Punch ft Chanyeol – Stay With Me
Ini lagu baru rilis baru-baru ini lebih tepatnya, tanggal 2
Desember. Merupakan OST part 1 dari drama goblin. Ngomong-ngomong, dramanya
bagus banget! Mana yang main ganteng lagi. Oke, kembali ke lagu. Chanyeol nggak
cuma ngerap loh di sini. Dia juga nyanyi.
Pas pertama gue denger lagu ini, gue langsung jatuh cinta.
Gue aja bolak-balik denger lagu ini nggak bosen-bosen. Coba deh dengerin.
Dijamin nggak nyesel.
4. Fanxy Child – Bermuda Triangle
Bagi yang belum tahu Fanxy Child itu siapa, Fanxy Child
adalah kumpulan cowok-cowok swag yang
lahir tahun 1992. Mereka adalah Dean, Zico dan Crush. Karena tiga-tiganya
adalah composer, maka mereka menyiptakan lagu sendiri.
Diawali dengan part Dean, lagu ini langsung berhasilmembuat
gue jatuh cinta~ dilanjutkan dengan rapnya Zico yang sampai mulut gue berbusa
juga nggak bakal bisa gue tiruin. Lalu part Crush dengan suaranya yang bikin
adem. Lagu ini patut dicoba!
5. BtoB – I’ll Be Your Man
Lagu ini berada dalam album BtoB yang judulnya New Men. Bagi
yang belum pernah denger lagunya BtoB, kalian harus denger banget! Suaranya
anak-anak BtoB itu bener-bener bagus dan stabil! Bukan cuma satu atau dua dari
mereka doang. Tapi semua vocal linenya
itu bagus-bagus banget. Rapper juga mantap-mantap.
Bukannya gue melebih-lebihkan atau gimana ya, tapi emang
gitu sih keyataannya. Suara mereka bagus-bagus banget. Udah terbukti dari MR
Removed yang pernah gue dengerin. Suara mereka itu stabil.
6. Blackpink – Whistle
Selanjutnya adalah lagu rookie
girl group bentukan YG. Judulnya Whistle. Ini merupakan salah satu lagu
debut mereka. Lagu ini diciptakan oleh Teddy! Pencipta lagu yang sama dengan
pencipta lagunya senior mereka yaitu Big Bang.
Katanya ya, gue juga kurang tahu pasti sih. Hanbin itu ikut
berkontribusi dalam lagu ini. Tapi namanya nggak tercantum. Jadi, itu
pertamanya ada nama Hanbin, terus tiba-tiba jadi nggak ada. Atau gimana gue
nggak tahu permasalahannya. Pokoknya si Hanbin ikut andil dalam lagu ini.
7. Big Bang – Last dance
Lagu ini ada dalam made
full album kemarin. Setelah para VIP menunggu selama kurang lebih setahun,
akhirnya made full album keluar juga.
Dengan tambahan lagu yang sangat tidak mengecewakan!
Last dance ini ngena banget. Meskipun gue nggak tahu artinya
ya, tapi pas denger lagu ini pertama kali, gue itu ngerasa nyess. Aduh gimana ya dekskripsiinnya. Kayak sedih gitulah. Jadi,
gue itu ngerasa sedih pas denger lagu ini padahal nggak tahu artinya sama
sekali.
Yang bikin gue seneng banget sama lagu ini adalah, di lagu
ini semuanya nyanyi! Termasuk TOP. TOP kan jarang banget nyanyi kan dia
biasanya mah ngerap.
Bukan cuma lagu ini sih yang enak, Fxxk it sama Girlfriend
juga enak. Tapi karena gue nggak mau ngelist banyak-banyak, jadi gue ambil Last
Dance aja. HEHEHE
8. Winner – Baby baby
Ini lagu unik banget! Kenapa? Karena ketukannya adalah 6/8! Kebanyakan
lagu korea itu, ketukannya 4/4, 8/6., dan 4/3. Composer lagu ini adalah Nam Taehyun. Duh, gue jadi baper nih kalau bahas Nam
Taehyun. Suara dia itu unik banget dan cocok banget kalau di collab sama member Winner lain kok ya out. Tapi yaudahlah, asal dia bahagia
gue ikut bahagia kok. Oke, kembali ke lagu.
Lagu ini adalah salah satu lagu di mini album E. Yang katanya
akan diterusin dengan X I T. Lagu ini enak banget! Wajib didengerin. Apalagi
ada suara seksinya si Mino pas ngerap itu bikin jatuh cintaaa.
9.VIXX – Fantasy
Ini adalah lagu utama dalam mini album yang berjudul Hades.
Hades sendiri itu bagian dari trilogi mini album mereka. Pertama Zelos, lalu
Hades, dan yang ketiga adalah Kratos. Lagu yang dibawakan oleh manusia tiang
ini berhasil membuat gue mengulang-ulang lagu ini terus menerus.
Mana mereka di MV Fantasy itu ganteng-ganteng banget! Itu kayaknya
gue kalau dijejerin sama mereka jadi berasa liliput karena mereka tinggi-tinggi
banget di atas 180 cm. Ini kenapa jadi bahas tinggi badan? Oke, lanjut ke lagu.
Lagunya VIXX itu enak-enak banget! Bukan cuma Fantasy, tapi
lagu lainnya juga! Suara mereka itu bener-bener bagus banget! Apalagi suaranya
Ken! Kalian harus denger pokoknya! Tapi kalau jatuh cinta jangan salahin gue
ya. HEHEHE.
10. Taeyon ft Dean – Starlight
Love is amazing~~ Tuh kan gue jadi nyanyi. Bagi kalian yang
belom pernah denger lagu ini, gue saranin kalian dengerinnya itu sambil nonton
MVnya! Dean sama Taeyon di MV itu lucu banget. Cocok bangetlah kaya seumuran.
Padahal mah tua si Taeyon.
Lagunya enak banget! Suara Dean sama Taeyon serius deh! Bikin
adem! Bener-bener easy listening
banget. Pokoknya harus didengerin!
11. Seventeen – Laughter
Ini adalah salah satu lagu dalam mini album Seventeen yaitu
Going Seventeen. Di sini, semua member
seventeen itu nyanyi! Semuanya! Termasuk rappernya. Lagu ini seratus persen
bikin baper! Ditambah lagi, ada narasinya si Junhui di menit-menit akhir lagu.
Setelah mendengar lagu ini gue tersadar kalau anak seventeen
itu suaranya enak-enak semua. Nggak cuma vocal
linenya doang.
12. Block B – Walking in the rain
Terakhir nih! Ini lagu satu album sama lagu Toy di album Blooming
Period. Ini lagu serius deh bikin baper juga. Wajib didengerin pokoknya! Gue nggak
tahu banyak soal lagu ini. Yang gue tahu cuma, lagu ini enak banget. Udah gitu
doang.
NAH SUDAH SELESAI GUYS!!!! SEMOGA PUAS YA~ Semoga selera
musik kita samaaa~ bye bye!
Ini adalah bulan keempat
setelah kau dan lelaki itu bertemu. Entah apa yang membuat lelaki itu berniat datang ke rumahmu. Ia
benar-benar akan mengunjungi rumahmu. Ia bahkan sudah menyalakan mesin
mobilnya. Sudah berpakaian rapi. Sebuah sweater hitam menempel di tubuhnya. Tak
lupa ia menyemprotkan parfum yang wanginya sangat kau suka.
Di
tengah perjalanan, lelaki itu berhenti. Ia membeli seikat bunga untukmu. Bunga
yang sama seperti kali pertama lelaki itu datang ke rumahmu dan menyatakan
perasaannya.
Mungkin
lelaki itu memang memandang jalanan di hadapannya pada saat menyetir. Tapi
pikirannya tertuju padamu. Ia memutar kembali kenangan masa lampau. Saat di
mana kau selalu bernyanyi ketika lelaki itu memainkan piano. Saat ini, piano
itu masih tersimpan rapi di kamar lelaki itu.
Pada
awalnya, lelaki itu ingin menjualnya. Tapi sungguh, ia tidak sanggup menjual
barang yang mempunyai banyak kenangan seperti itu.
Lelaki
itu juga mengingat kejadian setahun yang lalu. Saat kau dan dia duduk di depan
api unggun. Membangun sebuah tenda di halaman belakang rumah lelaki itu.
Sembari membicarakan hal-hal kecil seputar masa depan. Kekanakan memang, tapi
selama itu menyenangkan kau dan lelaki itu akan melakukannya.
Lelaki
itu juga mengingat saat-saat kau dan lelaki itu bertengkar karena hal-hal
sepele, seperti saat lelaki itu telat datang menemuimu. Hanya sepuluh menit
memang, tapi itu membuat kau dan dia bertengkar. Karena kau sangat tidak suka
terhadap orang yang tidak tepat waktu.
***
Lelaki
itu menghentikan mobilnya. Ia kini sudah berada di depan rumahmu. Ia mengambil
bunga yang sejak tadi terletak di jok sebelah pengemudi. Tapi ia mengurungkan
niatnya. Ia teringat akan sesuatu. Sesuatu yang membuatnya meninggalkan bunga
itu di sana.
Jari-jari
panjang milik lelaki itu menekan bel rumahmu. Membuatmu yang sedang duduk
sembari menikmati secangkir susu, bangkit dan membukakan pintu.
Betapa
kagetnya dirimu ketika mendapati seseorang yang ada di depan pintu. Perasaan
itu datang lagi. Menggerogoti hati kecilmu yang sudah rapuh.
“Untuk
apa kau ke sini?” tanyamu.
Lelaki
itu tidak menjawab. Ia hanya mengangkat bahu dan menarik ujung-ujung bibirnya
membentuk sebuah senyuman. Senyum yang sama seperti empat bulan lalu. Saat kau
dan dia terakhir bertemu.
Tanpa
dipersilahkan, lelaki itu masuk ke dalam rumahmu.
Kini
kau dan lelaki itu duduk berhadapan. Tidak saling bicara. Hanya saling menatap
satu sama lain.
“Untuk
apa kau datang ke sini?” tanyamu sekali lagi.
Tapi
lelaki itu lagi-lagi hanya terdiam. Iris cokelatnya memandang matamu
dalam-dalam.
Kau
berkedip. Lalu mengalihkan pandanganmu ke sebuah jendela yang ada di samping
kanan. Memandangi salju yang turun di luar. Sebenarnya, kau sangat ingin
memandangnya lama-lama. Seperti yang dulu sering kau lakukan saat bertemu
dengannya.
Tapi
itu dulu. Semuanya telah berbeda sekarang. Ada rasa sakit tiap kali kau
memandangnya. Melihat wajahnya membuatmu teringat kembali kejadian empat bulan
lalu. Saat kau terakhir kali bertemu dengannya.
Kejadian
yang seharusnya membahagiakan. Tapi tidak untukmu. Seandainya dia tidak datang
menemuimu empat bulan lalu, mungkin rasanya tidak akan sesakit ini. Tapi
sayang, lelaki itu datang untuk menambah luka. Ia datang dengan tatapan kosong.
Tetapi mulutnya tersenyum.
Lelaki
itu kini di belakang kursimu. Ia membungkukan badannya. Kedua tangannya memeluk
lehermu. Dan ia menempelkan dagunya di atas kepalamu. Seharusnya kau berontak.
Seharusnya kau tidak diam saja diperlakukan seperti ini. Seharusnya kau tahu
diri.
Tapi
kau hanya diam. Kau menikmati ini. Ditambah lagi, lelaki itu mengenakan parfum
yang wanginya sangat kau sukai.
“Tolong
biarkanlah seperti ini. Sebentar saja.”
Bulir-bulir
bening keluar dari sudut matamu. Kau langsung mengusapnya. Kau tidak ingin
lelaki itu melihatmu menangis. Yah, meskipun pada masa lalu kau sering menangis
di pundaknya. Tapi kali ini semuanya telah berubah.
Lelaki
itu melepaskan pelukannya.
“Terimakasih,”
Lelaki itu kemudian pergi meninggalkanmu.
Ingin
sekali kau mengejarnya, menggenggam tangannya, memeluknya, lalu membisikkan
kata “jangan pergi” ke telinganya. Tapi itu tidak terjadi. Kau harus tahu diri.
Kau tidak boleh melakukan hal seperti itu.
Dia
telah benar-benar pergi sekarang.
Semua
percuma saja. Meskipun kau dan lelaki itu masih memiliki perasaan yang sama,
itu sia-sia. Meskipun kau dan lelaki itu memiliki keinginan kuat untuk saling
memiliki, itu semua percuma saja.
Tonjolan
kecil di perutmu tidak mengijinkannya. Ditambah lagi, seorang pria yang fotonya
tergantung di ruang keluarga. Itu juga tidak mengijinkannya. Dan, dua orang
yang telah membesarkanmulah yang membuatmu tidak bisa bersama lelaki itu.
NB:
Cerita ini terinspirasi dari MV i am young. Itu loh, i am youngnya winner.
Sumpah itu video mbaperin banget :”) pas pertama lihat video itu gue be like:
“Anjir jangan nodai Nam Tae Hyun.” Tapi yaudahlahya.
Aku tidak
mengerti apa yang membuat aku dan kau tiba-tiba menjadi jauh. Tidak, tidak. Ini
bukan masalah jarak. Jika dilihat dari jarak, kita berdekatan. Hanya terpaut
beberapa langkah. Bahkan jika aku ada di hadapanmu, aku masih merasa jauh. Kau
membangun benteng. Sementara aku, sama sekali tidak berniat untuk menghancurkan
bentengmu.
Sebenarnya, aku
ingin menghancurkan bentengmu. Tapi aku takut. Ketika aku sudah berhasil
menghancurkan bentengmu, kau membangun benteng yang lebih kuat lagi sehingga
aku tidak bisa menghancurkannya. Jadi, kubiarkan kau membangun benteng. Yang
ternyata, semakin lama semakin tinggi dan semakin kuat.
Seandainya aku
lebih cepat menyadari, aku bisa mencegahmu untuk membangun benteng itu. Tapi
aku sudah terlambat.
Awalnya, kau
masih mau membalas pesan yang aku kirimkan. Kau membalas dengan kalimat-kalimat
panjang yang bahkan tidak aku tanyakan. Lama kelamaan, kau hanya membalas
dengan satu atau dua kata. Lalu setelah itu, kau tidak membalas sama sekali.
Bahkan, saat
aku dan kau bertemu di persimpangan jalan, kau bersikap seolah-olah tidak
mengenaliku. Dan saat aku ingin menarik ujung-ujung bibirku, membentuk sebuah
lengkungan yang disebut senyuman, kau justru memalingkan wajah. Pura-pura tidak
melihatku. Padahal sebelumnya, aku dan kau telah beradu tatap.
Sejahat itukah
aku sampai-sampai kau melakukan hal seperti itu? Apa menurutmu menyukai
seseorang adalah sebuah tindakan kriminal? Bukankah itu adalah hak asasi di
mana setiap orang berhak atas itu? Apa salahku jika aku menyukai dirimu?
Jika kau tidak
berpikir bahwa menyukai seseorang adalah tindakan kriminal, bisakah kau
tersenyum padaku walau hanya sesaat? Kau tidak perlu repot-repot menghancurkan
bentengmu. Kau hanya perlu melubanginya sedikit—sebesar matamu. Agar kau bisa
melihatku dari celah kecil itu.
Maaf jika aku
berbelit-belit. Sebenarnya, hanya dua pertanyaan yang ingin kusampaikan; Bisakah
kita berdamai? Bersikap seolah tidak terjadi apa-apa?
Kau tahu,
berpura-pura tidak mengenalmu bukanlah suatu perkara yang mudah.
Pemuda itu
menutup laptopnya setelah selesai membaca kalimat terakhir dari e-mail yang baru saja ia terima. Ia
mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja, menarik napas dalam-dalam, lalu
menghembuskannya keras-keras. Di dalam hatinya, ada sebongkah rasa bersalah.
Dan secuil rasa rindu. []
Aku
merindukanmu. Sama sekali tidak kuingat, kapan terakhir kali kau menyapa dan
menyentuh tubuhku. Mungkin lima atau
bahkan enam bulan lalu? Ah, aku sudah lupa. Ingatanku sudah tidak sebagus dulu
lagi. Mungkin karena usiaku yang sudah tidak bisa disebut muda lagi.
***
Gadis
kecil yang berumur lima tahun itu memandang ke luar jendela. Sesuatu yang
ditunggunya sejak beberapa bulan lalu tidak kunjung datang. Entah sudah berapa
kali ia memanggil, memohon. Tapi tidak ada hasil. Semuanya sia-sia. Keadaan
semakin parah.
Iris
cokelatnya memerhatikan keadaan di luar rumahnya. Ia melihat sesuatu. Ia
menyebutnya monster. Monster itu jahat. Monster itu telah membunuh adik
kecilnya yang berusia dua tahun. Monster itulah yang membuatnya tidak bisa
pergi ke mana-mana. Membuatnya tidak bisa pergi ke sekolah. atau pun ke
tempat-tempat yang indah. Monster itulah yang mengurungnya di sini.
“Alena,”
panggil seorang pria. Pria yang biasa dipanggil ayah oleh Alena itu berdiri di
samping gadis kecilnya.
“Yah,
kapan monster-monster itu pergi?”
Alis
pria itu bertaut. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Dia juga tidak tahu kapan
sesuatu yang disebut-sebut sebagai monster oleh Alena itu pergi.
“Yah?”
Alena menarik-narik kaus biru yang dikenakan oleh ayahnya.
Pria
berkacamata itu tersenyum, “Besok, monster itu akan pergi, Alena.”
“Benarkah?”
Mata gadis kecil itu langsung berbinar. Ia tidak tahu, bahwa pria di hadapannya
ini sedang membohonginya.
Pria
itu mengangguk. Berbohong sekali lagi.
***
Kapan kau datang?
Pertanyaan
itu selalu terulang-ulang dalam pikiranku. Kau, mungkin bisa menjadi penolong
atas semua masalah ini. Tapi, kenapa kau tidak kunjung datang? Aku bahkan tidak
melihat tanda-tanda kedatanganmu.
Aku
melihat ke arah jendela. Gadis itu. lagi-lagi, ia berada di sana. Pandangan
matanya selalu sama semenjak beberapa bulan terakhir. Dan, ia juga selalu
menatap ke arah yang sama. Gadis kecil yang bernama Alena itu sama sepertiku.
Ia mengharapkanmu.
Sungguh,
aku merasa iba melihat gadis itu. Ia jadi tidak bisa bermain bersamaku lagi.
Dan, yang kutahu, gadis itu telah kehilangan adiknya. Ini semua salahmu!
Salahmu yang tidak kunjung datang. Seharusnya kau datang sekarang, atau lebih
baik, kau datang dari awal! Sebelum semuanya menjadi seperti ini.
“Ini
semua salahmu. Salahmu yang tidak kunjung datang,” bisikku pelan.
“Jangan
salahkan dia. Ini semua bukan salahnya, kau tahu?”
Ada
suara yang datang dari sebelah kananku. Ternyata, suara lirihku tadi masih
terdengar juga olehnya.
“Kenapa
kau membelanya? Bukankah kita sama? Akibat dia menunda kedatangannya, kita
harus bekerja lebih keras dari biasanya. Lama-lama aku akan mati jika seperti
ini terus.”
“Ini
bukan salahnya, kau tahu. Ini salah mereka.”
***
Gadis
itu menatap jendela lagi. Melakukan hal yang sama seperti kemarin. Sama seperti
hari-hari sebelumnya.
“Ayah?”
Gadis itu memanggil.
“Iya?”
Jawab seorang pria. Ia berjalan menghampiri gadis kecil yang baru saja
memanggilnya.
“Yah,
kata ayah kemarin, besok mereka akan pergi?
Tapi, kenapa mereka masih di sini, Yah? Kapan mereka pergi?”
Sebelum
pria itu menjawab, gadis kecil itu berkata lagi, “Yah, Alena tidak suka sama
monster-monter itu. Monster-monster itu juga kan, yang bawa....” ucapan Alena
terpotong.
***
“Mereka?
Siapa maksudmu?”
“Mereka.
Sesuatu yang berwarna merah. Yang membunuh ratusan atau bahkan jutaan dari
spesies kita. Sesuatu yang menghasilkan asap-asap berwarna abu-abu itu. Yang
kutahu, dia bernama api. Kau tahu, kita beruntung hidup di sini. Jika kita ada
di sana—kau tahu, tempat yang disebut dengan hutan, mungkin kita sudah mati.”
Aku
mendengarkan setiap kata yang diucapkan olehnya. Benar juga, ini semua bukan
salahmu. Ini semua salah api itu. Ia yang menyebabkan semua ini. Kau jangan
heran, pikiranku memang sangat mudah berubah. Tiba-tiba sebuah pertanyaan
terlintas di benakku, ”Tapi, dari mana api itu berasal?”
“Aku
juga tidak tahu.”
Ah,
jawabannya sama sekali tidak membantu. Aku terdiam. Sama sekali tidak berniat
melanjutkan pembicaraan ini.
Tiba-tiba,
aku merasakan sesuatu yang basah mendarat di atas daun-daunku. Air. Aku melihat
ke atas. Banyak sekali air. Ratusan atau mungkin jutaan air datang dari langit.
Itu kau. Kau datang. Sekali lagi kuulangi, kau datang. Benarkah? Ini bukan
mimpi?
Kulihat
ke arah jendela. Dan mendapati gadis kecil itu meloncat-loncat kegirangan.
Sebuah tawa terukir di wajahnya. Kau benar-benar datang. Harus kuakui,
kedatanganmu kali ini membawa banyak kebahagiaan. Kedatanganmu kali ini dapat
mengukir sebuah senyuman yang sudah beberapa bulan ini hilang dari wajah gadis
kecil itu. Dan aku yakin, bukan hanya gadis kecil itu yang bersuka cita.
Pria berambut cepak itu membuka pintu kamar. Ia melihat seorang gadis
yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidur. Gadis yang memanggilnya dengan
sebutan ayah. Pria itu menarik sudut-sudut bibirnya. Putri kecilnya yang dulu
sering ia gendong ke mana-mana, kini sudah besar.
Sebuah lampu di atas meja menyala terang. Menarik perhatiannya. Bukan. Bukan
lampunya, melainkan sesuatu yang disinari oleh lampu itu. Sebuah bolpoin. Dan kertas.
Ia menghampiri sebuah meja belajar yang ia beli delapan tahun lalu—sebagai
hadiah ulang tahun putrinya yang ke-9.
Tangannya meraih kertas itu. Ia membaca rangkaian kata yang tertulis rapi
di atas kertas. Ia tahu persis itu
adalah tulisan tangan putrinya. Pria itu merasakan suatu kejanggalan. Kacamata.
Ia tidak mengenakan kacamata. Bagaimana ia bisa dengan mudah membaca tulisan
itu?
Tidak dipedulikannya persoalan kacamata. Dilanjutkannya lagi aktivitas
membaca.
Walaupun rasanya tidak mungkin,
tapi izinkanlah surat ini sampai ke tangan Ayah.Izinkanlah Ayah membaca surat
ini. Kumohon, Tuhan.
Ayah, aku ingin mengucapkan terimakasih padamu. Yang,
aku yakin. Sangatlah tidak cukup untuk membalas semua kebaikanmu.
Masih teringat jelas dalam
ingatanku bagaimana kau mengajariku mengeja sebuah kata dan merangkai huruf
menjadi sebuah kata. Tanpamu, aku tidak akan bisa menulis surat ini.
Masih teringat jelas dalam
ingatanku bagaimana kau memegangi sepeda yang sedang aku kayuh. Kau menuruti
pintaku, aku meminta kau tidak melepaskannya dan kau benar-benar tidak
melepaskannya. Kau berlari-lari di belakangku. Tidak pernah kau mengeluh, atau
pun memintaku untuk berhenti.
Ayah, apakah kau ingat, saat aku
merengek meminta untuk dibelikan segelas es krim dan kau tidak segera
mengabulkan permintaanku? Aku menangis sambil berteriak “Ayah jahat!” Tapi,
apakah kau marah? Kau hanya tersenyum, membelai rambutku, dan menenangkanku
supaya aku tidak menangis lagi. Sekarang aku sadar, bahwa kau sebenarnya tidak
jahat. Kau tidak ingin aku sakit. kau ingin melindungiku dari ancaman penyakit.
Dan aku, dengan tidak tahu diri menyebutmu sebagai ayah yang jahat.
Kau ingat ketika aku merengek
meminta dibelikan sebuah meja belajar? Dan kau bilang kau tidak akan
membelikannya. Aku mengulangi perbuatan yang sama. Aku menangis sambil
berteriak “Ayah jahat”. Dan kau, lagi-lagi hanya tersenyum dan membelai rambutku. Aku baru mengerti. Bukannya kau tak ingin
membelikannya. Tapi masalah keunganlah yang membuatmu tidak melakukan itu. Tapi
nyatanya, walaupun kau bilang kau tidak akan membelikannya, kau tetap
membelikannya. Saat aku berumur sembilan tahun.
Ayah, masih teringat jelas dalam
otakku, bagaimana aku membentakmu ketika kau memarahiku saat aku pertama kali
pulang malam. Aku baru mengerti, bahwa yang kau lakukan adalah semata-mata
untuk melindungiku. Menjalankan tugasmu sebagai seorang ayah. Maafkan aku ayah,
lagi-lagi, aku melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan.
Ayah, kau selalu peduli padaku. Kau
bahkan pernah membolos kerja demi menungguiku yang sedang sakit. Kau mengobati
lukaku setiap kali aku terjatuh. Kau selalu bertanya tentang kabarku. Tapi,
apakah aku pernah peduli padamu? Apakah aku pernah menawarkan diri untuk
memijat badanmu yang kelelahan karena bekerja? Tidak. Apakah aku pernah
bertanya tentang kabarmu? Tidak.
Ayah, maafkan aku karena aku sering
mengekang aturanmu. Maafkan putri kecilmu yang tidak tahu diri ini.
Sekarang, sudah tidak ada lagi
seseorang yang bisa aku panggil dengan sebutan Ayah. Kau telah pergi. Selamat tinggal
Ayah, semoga kau tenang di sana.
Seorang Pria yang baru saja selesai mebaca surat itu, telah menghilang.
Tubuhnya tertiup angin dan melayang menuju langit.
Masih teringat jelas dalam
ingatanku saat kau pertama kali menyapaku. Pada akhir februari lalu. Kau memanggil
namaku, untuk pertama kalinya—saat kita sudah mengenal beberapa minggu. Masih
teringat jelas senyummu kala itu. Senyum manis yang telah membuatku jatuh hati.
Dari sanalah semua itu bermula. Kau
bahkan pernah berceletuk, “Lo naksir gue ya?”. Dan aku, yang kala itu masih
belum mengerti arti dari perasan ini, hanya bisa mengatakan tidak. Tapi, jika
kau bertanya lagi tentang hal yang sama. Dengan senang hati, aku akan menjawab
iya.
Entah mengapa, aku merasa
mendapatkan sinyal yang sama darimu. Mungkin aku hanya berharap. Karena nyatanya—sampai
detik ini—kau tidak menyatakan perasaanmu. Tapi, tahukah kau? Sampai sekarang
aku masih berharap. Ya, walau aku tahu bahwa ini tidak mungkin. Aku tahu
prinsipmu. Aku tahu, kau tidak akan pernah berpacaran sampai kau menghasilkan
uang sendiri. Tapi, bukankah kau masih remaja? Sama seperti aku? Pikiranmu
masih labil.
Tahukah kamu? Aku bahkan masih
sering memutar vn yang kau kirimkan padaku kala itu. Sebuah ucapan terimakasih.
Yang membuatku selalu tertawa ketika aku mendengarkannya.
Salahkah aku berharap? Kau bahkan
selalu ada ketika aku butuhkan. Kita berkomunikasi setiap hari. Salahkah aku
berharap? Aku tahu, kau pasti mengerti tentang perasaan ini. Tapi, kenapa kau
tidak berusaha untuk menjauh? Dalam
tulisan ini, Aku mengungkapkan perasaan padamu. Aku sudah lelah memendam semua
ini. Tak peduli bagaimana responmu nanti. Aku juga tidak peduli bagaimana
perasaanmu. Yang pasti, tulisan ini aku persembahkan untukmu. Iya, kamu.
Dari orang yang
diam-diam menyimpan perasaan padamu.